Pekalongan – Radjawalipost.com
Pemerintah Kota Pekalongan terus menguatkan komitmennya dalam Program 100 kabupaten/kota pintar (Smart City). Pengembangan Smart City ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan pemerintah serta mampu mengakselerasi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan Senin (9/12/2024).
Pemerintah Kota Pekalongan menggelar Forum Smart City di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan. Forum ini bertujuan menjaring masukan dari akademisi, komunitas, dan masyarakat terkait evaluasi pelaksanaan Smart City yang telah berjalan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) setempat berperan aktif dalam forum ini.
Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan rasa syukur atas dinobatkannya Kota Pekalongan sebagai salah satu dari 100 kota/kabupaten yang menerapkan Program Smart City sejak 2018. “Konsep ini merupakan teknologi dan inovasi yang bisa menjadi katalisator bagi perubahan positif dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, ekonomi, serta lingkungan,” ujar Mas Aaf.
Namun, ia juga mengakui adanya beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan perkembangan Smart City di Kota Pekalongan, seperti terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pandemi Covid-19, serta alokasi anggaran untuk penanganan bencana banjir dan rob. Kendati demikian, pada tahun 2022 lalu, Kota Pekalongan berhasil mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya yakin dan optimis Kota Pekalongan bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Pada era digitalisasi saat ini, pemerintahan dituntut untuk adaptif, efektif, efisien, dan akuntabel dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai pendukungnya,” tegas Mas Aaf.
Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian, Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Kusuma Adi Achmad, menjelaskan bahwa Forum Smart City ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemangku kepentingan. “Kami ingin mendengar masukan dari masyarakat terkait permasalahan perkotaan yang bisa diselesaikan menggunakan teknologi maupun non-teknologi,” ungkap Kusuma.
Dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, Dinas Kominfo telah melaksanakan pendampingan terkait layanan berbasis digital dengan menyediakan layanan yang mengutamakan kemudahan akses bagi masyarakat. “Termasuk program kesejahteraan masyarakat melalui bantuan sosial dan peningkatan kapasitas yang bisa diakses secara digital. Ada juga program non-digital seperti pelatihan digital marketing dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memudahkan kerja-kerja UMKM,” pungkasnya.
Dengan forum ini, diharapkan berbagai masukan yang diperoleh dapat menjadi bahan pertimbangan dalam revisi masterplan Smart City yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang baru. Pemerintah Kota Pekalongan optimis program Smart City ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.














