Radjawali Post
Pekalongan – Kelesuan dunia perdagangan di era digital mulai dirasakan oleh berbagai pelaku usaha di sejumlah daerah, termasuk di Kota Pekalongan. Perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih banyak beralih ke platform digital dan marketplace besar dinilai menjadi salah satu faktor utama menurunnya aktivitas perdagangan konvensional.
Beberapa sektor usaha yang terdampak di antaranya industri perbatikan, usaha pakaian, makanan, hingga perdagangan kecil menengah lainnya. Banyak pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet dalam beberapa tahun terakhir akibat persaingan yang semakin ketat serta perubahan perilaku konsumen.
Para pedagang batik di sejumlah sentra perdagangan mengungkapkan bahwa penjualan tidak lagi seramai sebelumnya. Produk-produk dari luar daerah bahkan luar negeri yang dijual secara online dengan harga lebih murah membuat usaha lokal kesulitan bersaing. Kondisi serupa juga dialami pelaku usaha pakaian dan kuliner yang mengandalkan penjualan langsung di toko maupun pasar tradisional.
Selain menurunnya daya beli masyarakat, biaya operasional yang terus meningkat juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha. Sebagian pengusaha terpaksa mengurangi jumlah produksi hingga melakukan pengurangan tenaga kerja untuk menekan pengeluaran.
Dampak dari kelesuan perdagangan tersebut kini mulai dirasakan oleh para pekerja. Tidak sedikit karyawan dan buruh harian yang kehilangan pekerjaan akibat perusahaan atau usaha tempat mereka bekerja mengurangi aktivitas produksi. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran di beberapa sektor usaha.
Pengamat ekonomi menilai, pelaku usaha perlu melakukan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital agar mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Pemanfaatan media sosial, pemasaran digital, hingga pengembangan produk yang lebih kreatif dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing usaha lokal.
Di sisi lain, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha kecil dan menengah melalui program pelatihan, bantuan modal, serta pendampingan pemasaran digital agar roda perekonomian masyarakat tetap bergerak.
Masyarakat berharap kondisi perdagangan dapat kembali membaik sehingga sektor usaha lokal mampu bangkit dan membuka kembali lapangan pekerjaan bagi warga.
Liputan : M. Saifudin














