Radjawalipost, Tegal – Kondisi kawasan wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, hingga hari ini, Minggu (26/04/2026), masih menyisakan duka pasca terjangan banjir besar yang melanda pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 lalu. Banyak fasilitas umum dan sarana wisata yang rusak parah bahkan hancur, sementara proses perbaikan dinilai masih berjalan sangat lambat.
Akibat bencana tersebut, sejumlah titik vital di kawasan wisata Guci mengalami kerusakan berat. Di antaranya adalah kolam renang yang tertimbun material tanah dan bebatuan sisa banjir, area pancuran air yang berantakan, hingga beberapa jembatan penghubung yang ambruk tak tersentuh.
Tak hanya kerusakan fisik, dampak ekonomi pun sangat terasa. Para pedagang, yang sebagian besar merupakan warga asli setempat, mengeluhkan kondisi kawasan yang kini terlihat sepi. Keramaian yang dulu menjadi pemandangan biasa, kini mengalami penurunan drastis hingga mencapai 70 persen.
Dikonfirmasi di lokasi, Ss. Rony Koordinator Lapangan area wisata Guci dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tegal, yang akrab disapa Pak Sueb, membenarkan kondisi tersebut.
Meski masih ada beberapa tempat yang aman dan tidak rusak terdampak dari banjir.
Menurutnya, sepinya pengunjung memberikan dampak dominan bagi semua pihak, terutama masyarakat sekitar yang mata pencahariannya sangat bergantung pada sektor pariwisata ini.
“Sepinya pengunjung sangat berdampak bagi semuanya, terutama masyarakat sekitar yang tumpuan ekonominya dari berdagang di area wisata ini,” ujar Pak Sueb.

Lebih jauh, Pak Sueb juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai ikon utama wisata Guci, yaitu air panas. Saat ini, suhu air panas yang keluar dinilai sudah tidak sepanas dulu. Diduga hal ini terjadi karena sumber mata air tersebut ikut tertimbun oleh material tanah dan bebatuan akibat banjir bandang sebelumnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap agar proses perbaikan sarana dan pembersihan lokasi yang rusak dapat segera dipercepat penanganannya.
“Kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan. Dengan dipercepatnya penanganan dan perbaikan lokasi, tentunya akan kembali mengundang minat wisatawan untuk berkunjung ke Guci lagi,” pungkasnya.
Liputan: M. Saifudin
RADJAWALI POST














