Pemalang, radjawalipost — Warga desa Sewaka, kecamatan Pemalang, kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengeluhkan bau sampah yang menyengat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini disebabkan oleh lalu lintas kendaraan pengangkut sampah yang melintas di depan pemukiman warga selama dua hari terakhir.
Menurut Kholin, warga RT.4 RW.8 dukuh Cengis desa Sewaka, bau tersebut terasa kuat setiap pagi antara pukul sembilan hingga sepuluh pagi. “Ora mambu maning, angger lewat breng alias mambu,” ujarnya dalam bahasa khas Pemalang, yang berarti baunya semakin menyengat saat truk sampah lewat.
Surip, seorang pengusaha tambal ban, juga menyatakan kekesalannya dan berencana melaporkan masalah ini ke pemerintah desa Sewaka jika truk sampah masih melintas di desanya esok hari. “Jika besok masih ada lagi, saya tidak akan segan-segan melaporkan ke kepala desa, baik secara pribadi maupun rombongan,” ungkapnya.
Selain bau yang mengganggu, warga juga khawatir akan potensi kecelakaan lalu lintas karena jalan yang sempit dan banyaknya anak-anak di area tersebut.
Masalah ini muncul setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan desa Pegongsoran oleh warga setempat pada akhir Juni 2024. Pemerintah Daerah (Pemda) Pemalang kini sedang mencari solusi untuk penanganan sampah yang menumpuk.
Meskipun sampah di perkotaan terlihat bersih, puluhan truk bermuatan sampah terpaksa parkir di kantor UKP (Unit Keberhasilan dan Persampahan) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemalang. Saat ini, truk-truk tersebut membuang muatannya di lahan pribadi di kelurahan Paduraksa, kecamatan Pemalang, di samping sebuah padepokan.
MM











