Pemkot Pekalongan Pastikan Distribusi LPG 3 Kg Tepat Sasaran Tanpa Kelangkaan

banner 468x60
banner 468x60

PEKALONGAN – Radjawalipost.com.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus melakukan monitoring terhadap fenomena antrean masyarakat yang membeli gas LPG 3 kg. Di wilayah tersebut, tidak ada kelangkaan gas bersubsidi. Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menghentikan distribusi gas LPG 3 kg melalui pengecer. Kini, masyarakat hanya dapat membeli LPG bersubsidi tersebut di pangkalan dan agen resmi Pertamina.

banner 336x280

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Kabag Perekonomian dan SDA) Setda Kota Pekalongan, Trieska Herawan, mengungkapkan bahwa mulai 1 Februari 2025, pangkalan LPG di seluruh Indonesia, termasuk Kota Pekalongan, yang sebelumnya bisa menyalurkan ke konsumen melalui pengecer sebesar 10 persen, kini hanya dapat menyalurkan langsung ke konsumen. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya tengah melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan PT Pertamina serta Dindagkop-UKM terkait hal ini.

“Memang saat ini masih ada beberapa pengecer di Kota Pekalongan, namun nanti secara bertahap kami himbau agar masyarakat bisa membeli langsung ke pangkalan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan distribusi LPG 3 kg bersubsidi lebih tepat sasaran,” jelas Trieska, Senin siang (3/2/2025).

Menurutnya, dengan adanya pangkalan resmi, harga yang diterima masyarakat diharapkan sesuai dengan ketentuan pemerintah atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Trieska menegaskan bahwa nantinya juga akan dilakukan sidak pengawasan ke sejumlah agen dan pangkalan bekerja sama dengan dinas terkait.

“Pengawasannya melalui monitoring bersama Dindagkop-UKM dan PT Pertamina secara sampling ke pangkalan untuk memantau apakah sudah tepat sasaran atau belum. Harapannya masyarakat yang sudah mampu bisa beralih ke LPG 12 kg atau 5,5 kg. Sebab, LPG 3 kg subsidi diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu dan UMKM,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa ketersediaan stok LPG 3 kg di Kota Pekalongan saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. Setiap harinya, Kota Pekalongan mendapatkan kuota sebanyak 11 ribu tabung. Berdasarkan SK Pj Gubernur Jawa Tengah, untuk HET saat ini per Tahun 2025 di pangkalan yang ada di Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp18.000,00. Sementara, di tingkat pengecer harganya Rp20.000,00 – Rp22.000,00. HET LPG 3 kg ini memang mengalami kenaikan dibandingkan HET pada Tahun 2024 lalu di angka Rp15.500,00.

“Permasalahannya ada beberapa rumah tangga dan UMKM yang lokasinya cukup jauh dari pangkalan, nanti akan kami koordinasikan apakah perlu menambah pangkalan atau seperti apa. Secara stok di Kota Pekalongan masih memenuhi dan tidak ada kekurangan (kelangkaan). Kendati demikian, harapannya masyarakat bisa membeli sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Trieska menyebutkan, untuk Kota Pekalongan saat ini ada 7 agen dan 284 pangkalan LPG yang tersebar di 4 kecamatan. Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan dan mengetahui pangkalan LPG terdekat, dapat mengakses melalui link website ptm.id/infolpg3kg.

“Memasuki Bulan Ramadhan nanti kami juga berupaya meminta tambahan kuota LPG sebesar 2-5 persen (200 tabung/hari). Harapan kami bagi masyarakat yang ingin mendapatkan LPG 3 kg sesuai HET, silakan membeli langsung ke pangkalan. Kami akan selalu memastikan jumlah ketersediaan LPG selalu ada untuk masyarakat Kota Pekalongan,” tutupnya.

banner 336x280
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60