Penguatan Desa Cantik, Langkah BPS Kota Pekalongan Wujudkan Satu Data Indonesia

banner 468x60
banner 468x60

Pekalongan – Radjawalipost.com

Dalam upaya mencapai target Satu Data Indonesia di Kota Pekalongan, Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan sejumlah inisiatif, termasuk penguatan pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kelurahan Kuripan Yosorejo (Kuryos), Kecamatan Pekalongan Selatan. Pada Jumat (20/9/2024), BPS menggelar pembinaan statistik sektoral yang berkelanjutan dan komprehensif di tingkat desa/kelurahan, melibatkan agen-agen statistik yang ada di wilayah tersebut.

banner 336x280

Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, menjelaskan bahwa program Desa Cantik merupakan implementasi dari Undang-Undang No.16 Tahun 1997 tentang Statistik, serta Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Melalui pembinaan ini, pemerintah desa/kelurahan diharapkan memahami pentingnya statistik sebagai landasan pembangunan. “Pembangunan tanpa data akan lebih sulit karena perencanaan tidak sesuai harapan. Saat ini, Kota Pekalongan memiliki empat Desa Cantik, yakni Kelurahan Bendan Kergon, Gamer, Degayu, dan Kuripan Yosorejo,” jelasnya. Di Kelurahan Kuryos, Desa Cantik mengusung tema Anak Tidak Sekolah (ATS), bertujuan untuk meningkatkan kualitas data statistik desa.

Wuranti menambahkan bahwa pembinaan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan di Kuryos. “Sebelumnya, kami fokus pada pengumpulan data, kali ini kami menjelaskan kepada agen statistik kelurahan mengenai tahapan selanjutnya, yakni pengolahan dan penyajian data agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan tema ATS dilatarbelakangi keinginan BPS untuk mendukung Pemerintah Kota Pekalongan dalam penyediaan data terkait anak-anak yang tidak bersekolah. Agen-agen statistik yang ditunjuk akan mengumpulkan data, sedangkan pihak kelurahan bertugas mengolahnya. BPS juga terus mendampingi para agen statistik dalam proses pendataan hingga pengolahan data.

“Harapan kami, semua kelurahan di Kota Pekalongan nantinya bisa menjadi Desa atau Kelurahan Cantik. Dengan demikian, data yang diperoleh bisa mencakup hingga level RT/RW, sehingga program atau kebijakan pembangunan dari Pemkot dapat berdasarkan data yang valid, cepat, dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Sekretaris Kelurahan Kuripan Yosorejo, Sri Yuniarti, merasa bersyukur karena kelurahannya menjadi salah satu percontohan Desa Cantik. Ia menyebutkan bahwa data terakhir menunjukkan penurunan angka ATS sebesar 20 persen, dari 99 orang sebelumnya. Sebagian besar anak-anak yang tidak bersekolah telah disalurkan ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). “Kami berharap program Desa Cantik dapat diterapkan di seluruh kelurahan di Kota Pekalongan, sehingga data ATS di seluruh kota dapat sinkron dan terintegrasi,” pungkasnya.

Dengan adanya program ini, Kota Pekalongan diharapkan semakin mendekati tercapainya tujuan Satu Data Indonesia, di mana data yang dihasilkan lebih akurat dan dapat digunakan sebagai acuan dalam pembangunan yang berkelanjutan.

banner 336x280
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60