Kasus Penganiayaan Bocah di Nias Selatan Viral, Polisi Periksa Delapan Saksi

banner 468x60
banner 468x60

  Medan,RADJAWALIPOST.COM-Polres Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, tengah menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Kecamatan Lolowau. Korban diduga mengalami penyiksaan oleh keluarganya sendiri selama bertahun-tahun hingga kedua kakinya patah dan tidak berbentuk normal.

Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Sunarya, melalui Kasi Humas Bripda Mawar Himan Hulu, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa delapan orang terkait kasus ini, termasuk kerabat dan tetangga korban. “Polres telah menurunkan tim untuk mendalami kasus ini, dan para saksi telah dimintai keterangan,” ujarnya pada Rabu (29/1/2025).

banner 336x280

Laporan Sebelumnya Diduga Tak Ditindaklanjuti

Kasus ini menjadi sorotan setelah viral di media sosial, diunggah oleh akun Facebook bernama Lider Giawa. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa korban awalnya dapat berjalan normal. Namun, setelah orang tuanya bercerai, ia tinggal bersama kerabat yang diduga melakukan penganiayaan hingga kakinya patah.

Lider Giawa juga menuding bahwa laporan kasus ini pernah dibuat ke pihak kepolisian, tetapi tidak ada tindak lanjut. Namun, hal ini dibantah oleh pihak kepolisian. “Selama ini belum pernah ada laporan yang masuk ke Polres maupun Polsek setempat,” kata Bripda Mawar. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya kondisi kaki korban tidak separah sekarang, dan keluarga mengklaim bahwa anak tersebut cacat karena sakit, sehingga mendapat bantuan dari aparatur desa.

Korban Mengaku Disiksa Bertahun-Tahun

Dari pengakuan korban, ia mengalami penyiksaan sejak kecil oleh beberapa anggota keluarganya. Disebutkan bahwa kedua kakinya patah akibat diinjak oleh paman dan tantenya. “Salah satu kakinya bahkan sengaja dipatahkan oleh tantenya sendiri dengan cara menutup mulutnya dengan kain sebelum melakukan tindakan kejam tersebut,” ungkap sumber tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengusut kasus ini lebih lanjut. Publik pun mendesak agar pelaku segera ditangkap dan korban mendapatkan perlindungan serta pemulihan medis yang layak.

 

(rdp)

banner 336x280
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60