Tips Perawatan Motor: Atasi Masalah Oleng dengan Cek Peredam Kejut

banner 468x60
banner 468x60

KLATEN, Radjawali Post – Sepeda motor seharusnya stabil saat dikendarai, kecuali ada masalah pada komponen tertentu. Salah satu penyebab utama motor mudah oleng adalah masalah pada suspensi. Ketika ada gaya tarik ke kanan atau kiri, meskipun motor diarahkan lurus, ini bisa membahayakan pengendara karena motor dapat bermanuver di luar kendali.

Agus, Service Advisor Ahass Cawas di Klaten, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab motor oleng adalah kondisi peredam kejut depan yang bermasalah. “Pertama, motor harus diuji oleh mekanik untuk mengkonfirmasi penyebab kerusakannya. Setelah itu, akan disarankan jenis perbaikannya. Jika peredam kejutnya terlalu empuk di salah satu sisi, maka oleng akan terjadi,” ujar Agus kepada Kompas.com, Sabtu (13/7/2024).

banner 336x280

Agus menjelaskan bahwa kondisi peredam kejut bisa lemah meskipun tidak ada kerusakan seperti bocornya seal yang dapat membuat minyaknya berkurang. “Jika memang tidak ada kerusakan, maka solusi motor oleng karena peredam kejut bisa berupa kuras minyaknya,” tambah Agus. Biaya untuk menguras minyak peredam kejut motor bagian depan mulai dari Rp 40.000. Proses ini melibatkan penggantian minyak dengan yang baru sesuai volume yang dibutuhkan.

“Jika pengisian minyak kurang, dampaknya peredam kejut akan terlalu empuk, yang berakibat tidak nyaman dan oleng. Hal ini bisa juga diikuti dengan tanda ban aus tidak merata,” jelas Agus.

Jadi, ketika motor Anda mengalami oleng saat melaju, ada kemungkinan peredam kejut depannya sudah waktunya mendapatkan perawatan meski tidak terdeteksi adanya kerusakan komponen.


Tagar:
#MotorOleng
#ServisMotor
#PeredamKejut
#AhassCawas
#TipsPerawatanMotor

banner 336x280
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60