Kontroversi: Sarjana Agama Jadi Kepala Puskesmas, Dokter Hewan Jadi Direktur Rumah Sakit

banner 468x60
banner 468x60

Jakarta,radjawalipost.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra yang juga Ketua Kaukus Kesehatan DPR, Suir Syam, mengungkapkan adanya sarjana agama yang menjadi kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Syam menilai hal ini terjadi akibat desentralisasi pelayanan kesehatan yang tidak efektif. Menurutnya, kebijakan tersebut justru melemahkan pengawasan pemerintah pusat terhadap instansi kesehatan.

“Sudah saatnya ditarik kembali untuk sentralisasi sebab kepala puskesmas yang tidak pantas jadi kepala puskesmas. Ada yang S.Ag. kepala puskesmas,” kata Syam dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/7).

banner 336x280

Syam tidak menyebutkan puskesmas mana yang dimaksud. Namun, ia mengatakan sarjana agama tersebut menjabat sebagai kepala puskesmas karena menjadi tim sukses kepala daerah setempat.

Selain itu, Syam juga mengungkapkan adanya dokter hewan yang ditunjuk menjadi kepala rumah sakit. Ia kembali tidak mengungkapkan lokasi kejadian, tetapi memastikan bahwa hal tersebut sudah dibereskan.

“Masa direktur rumah sakit dokter hewan? Baru diganti,” ucapnya.

Syam juga mempersoalkan tidak berjalannya sejumlah kebijakan kesehatan yang telah dirumuskan pemerintah pusat, seperti penanganan penyakit tuberkulosis. Ia mengingatkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia, padahal pemerintah pusat sudah merumuskan berbagai langkah penanganan.

“Program kementerian begitu hebat, tetapi di daerah bermacam-macam. Ada kepala daerah yang perhatian dengan kesehatan, ada yang tidak mau tahu, ada yang cari uang. Sehingga program baik dari pusat sudah tidak berjalan, terutama kesehatan,” ucap Syam.

Dia mendorong agar pelayanan kesehatan kembali ditangani oleh pemerintah pusat. Syam mengusulkan agar DPR membahas perubahan aturan agar hal tersebut terwujud.

MM

banner 336x280
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60