Jakarta,RadjawaliPost- kembali geger dengan kebocoran data besar-besaran! Peretas Bjorka dikabarkan menjual 6 juta data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di forum daring seharga 10.000 dolar AS. Kejadian ini mengungkap kelemahan fatal pemerintah dalam menjaga keamanan data pribadi, khususnya di institusi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.
Annisa Noorha, peneliti dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), dengan tegas menyebut insiden ini sebagai “tamparan keras” bagi pemerintah. Menurutnya, kebocoran data yang berulang hanya menambah deretan kegagalan pemerintah dalam menerapkan perlindungan data sesuai Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Data NPWP, yang termasuk kategori data sensitif, dinilai sangat berisiko karena bisa memicu kerugian finansial.
Kabar ini semakin menghebohkan setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani mengonfirmasi bahwa data dirinya dan Presiden Jokowi diduga ikut bocor. Meski demikian, Sri Mulyani memastikan bahwa pihak Kementerian Keuangan tengah melakukan evaluasi serius untuk mengatasi persoalan ini.














